Saturday, July 30, 2011

Ulat Grayak (Bawang Daun)

Spodoptera exigua
Imago S. exigua berupa ngengat berwarna putih gelap atau kelabu dengan titik kuning pada sayap depan. Telurnya berwarna hijau atau kuning terang diletakkan pada malam hari pada daun bawah dalam bentuk kluster yang masing-masing terdiri dari 50-150 butir telur yang ditutupi bulu-bulu halus berwarna putih atau putih kekuning-kuningan (Samsudin 1999; CAB 2000). Telur umumnya menetas dalam waktu 2-5 hari. Instar pertama dan kedua umumnya makan secara berkelompok (gregariously) pada bagian dalam daun muda dengan membentuk gejala khas berupa membran putih transparan atau lubang masuk (windowing) (Kalshoven 1981; CAB 2000).  Larva berbentuk bulat panjang dengan ukuran instar akhir antara 2.5-3.0 cm, memiliki variasi warna yang sangat banyak (polimorfisme) dari berwarna hijau sampai hitam pekat, dengan cirri khas berupa garis memanjang (longitudinal stripes). Pupanya berwarna coklat terang atau coklat gelap berada di dalam tanah di bawah tanaman yang terserang (Sastrosiswojo dkk. 1995).
Ngengat dewasa aktif pada malam hari. Pada malam hari serangga dewasa makan, berkopulasi, dan bermigrasi, sedangkan pada siang hari ngengat beristirahat di dasar tanaman. Ngengat sangat tertarik terhadap cahaya. Kerusakan terjadi karena larva makan bagian atas tanaman pada malam hari dan cuaca yang berawan. Larva mulai makan dari tepi daun sampai hanya meninggalkan tulang daun dan batang (Kalshoven 1981).
Satu ekor imago betina dalam kondisi Laboratorium dengan pakan alami bawang daun di Bogor mampu meletakkan telur kurang lebih 1000 butir (Kalshoven 1981) dan pada pakan buatan rata-rata 1062 butir (Samsudin 1999). Sedangkan di Lembang dengan pakan daun bawang rata-rata sebanyak 500-600 butir (Sastrosiswojo dkk. 1995). Menurut Kalshoven (1981) waktu yang dibutuhkan untuk siklus hidup satu generasi dari telur sampai imago bertelur lagi di Laboratorium di Bogor rata-rata 23 hari. 
Siklus hidup
berkisar antara 30 – 60 hari (lama stadium telur 2 – 4 hari, larva yang
terdiri dari 5 instar : 20 – 46 hari, pupa 8 – 11 hari).
Gejala Serangan
larva yang masih kecil merusak daun dan menyerang secara serentak berkelompok. dengan meninggalkan sisa-sisa epidermis bagian atas, transparan dan tinggal tulang-tulang daun saja. Biasanya larva berada di permukaan bawah daun, umumnya terjadi pada musim kemarau.
Tanaman Inang
Hama ini bersifat polifag, selain jagung juga menyerang tomat, kubis, cabai, buncis, bawang merah, terung, kentang, kangkung, bayam, padi, , tebu, jeruk, pisang, tembakau, kacang-kacangan, tanaman hias, gulma Limnocharis sp., Passiflora foetida, Ageratum sp., Cleome sp., dan Trema sp.

Pengendalian
a). Kultur teknis
- Pengolahan tanah yang intensif.
b). Pengendalian fisik / mekanis
- Mengumpulkan larva atau pupa dan bagian tanaman yang terserang kemudian
memusnahkannya
- Penggunaan perangkap feromonoid seks untuk ngengat sebanyak 40 buah per hektar
atau 2 buah per 500 m2 dipasang di tengah pertanaman sejak tanaman berumur 2
minggu.
c). Pengendalian hayati
Pemanfaatan musuh alami seperti : patogen Sl-NPV (Spodoptera litura – Nuclear
Polyhedrosis Virus), cendawan Cordisep, Aspergillus flavus, Beauveria bassina,
Nomuarea rileyi, dan Metarhizium anisopliae, bakteri Bacillus thuringensis, nematoda
Steinernema sp., predator Sycanus sp., Andrallus spinideus, Selonepnis geminada,
parasitoid Apanteles sp., Telenomus spodopterae, Microplistis similis, dan Peribeae sp.
d). Pengendalian kimiawi
Beberapa insektisida yang dianggap cukup efektif adalah monokrotofos, diazinon,
khlorpirifos, triazofos, dikhlorovos, sianofenfos, dan karbaril apabila berdasarkan hasil
pengamatan tanaman contoh, intensitas serangan mencapai lebih atau sama dengan 12,5
% per tanaman contoh.

4 comments:

  1. solusinya gimana, andaikata menanam di lahan yang sempit? trus, hamanya tidak terlalu banyak?

    ReplyDelete
  2. menanam pada lahan sempit biasanya tidak terlalu bermasalah dengan hama yang satu ini. hal itu dikarenakan mudahnya monitiring, sehingga pengendalian secara mekanis yaitu dengan mengambil dan mengumpulkan hama yang ada di lahan lebih mudah...

    ReplyDelete
  3. apa alasannya ngengat makan bermigrasi dan mlakukan kegiatannya dimalam hari?

    ReplyDelete
  4. Salah satu alsan serangga bermigrasi antara lain adalah fkator ketersediaan makanan dan juga keadaan lingkungan. NGengat biasanya bermigrasi dikarenakan tanaman yang menjadi makanannya pada tempat awal sudah mulai berkurang atau akibat suhu dan kelembaban lingkungan pada daerah tersebut sudah mulai tidak mendukung. Sebenarnya tidak semua ngengat aktif pada malam hari secara umum ngengat yang berasal dari famili noctuidae lah yang aktif pada malam hari. dan salah satu alasannya yaitu jika ngengat aktif pada siang hari maka mereka akan mengalami kehilangan banyak energi akibat paparan langsung sinar matahari. oleh karena itu mereka lebih dominan aktif di malam hari...

    ReplyDelete

produk saya

produk saya
lilin aroma teraphy berbahan aktif akar wangi