Tuesday, September 20, 2011

PUSTUL PADA KACANG KEDELAI


Bakteri Penyebab
Xanthomonas  campestris pv phaseoli (E. F. S) Dow.
Xanthomonas campestris var glycine Nakana.
Xanthomonas phaseoli var sojense (Hedges) Starr & Burk Holdes.

Klasifikasi
Kingdom : Prokariotik
      Divisio : Gracilicutes
            Kelas : Proteobacteria
                  Famili: Pseudomonadaceae
                        Genus : Xanthomonas
                              Spesies : Xantomonas campestris pv phaseoli (E. F. S) Dow.
                                             Xanthomonas campestris var glycine Nakana.
                                             Xanthomonas phaseoli var sojense (Hedges) Starr & Burk Holdes.

Karakteristrik  
Xanthomonas berbentuk batang, membuat pigmen kuning yang tidak larut dalam air. Bergerak dengan flagel monotrik, atau tidak bergerak, dan tidak membentuk spora. Gram negatif, bersifat aerobik, dulu disebut phytomonas. Dulu genus Xanthomonas mempunyai banyak jenis yang berbeda-beda, sangat tergantung dari tumbuhan inangnya. Tetapi karena mempunyai banyak persamaan dalam fisiologinya, jenis-jenis tersebut digabungkan dalam satu jenis yang besar, yaitu Xanthomonas campestris dengan sejumlah patovar.

Gejala
Patogen ini menyerang ketika kacang sedang tumbuh. Menyerang daun, polong, batang, dan biji. Pada daerah yang terinfeksi dikelilingi oleh banyak zona menyempit dari jaringan berwarna kuning terang berubah menjadi cokelat dan mengalami nekrosis dengan cepat. Bercak kecil dengan tengahnya terdapat tonjolan (pustul) seperti bisul berwarna pucat dan tidak memberi adanya gejala kebasahan. Beberapa spot kecil bersatu kemudian menjadi area mati dengan berbagai macam bentuk. Bakteri penyebab penyakit ini terbawa oleh benih, masuk melalui stomata, setelah masuk melalui stomata, bakteri berkembang di dalam ruang substomata. Parasitnya interseluler dan larut di bagian tengah lamella, mengadakan plasmolisis isi sel, dan menyebabkan nekrosis. Pada beberapa keadaan X. campestris pv phaseoli memasuki sistem vaskular inangnya. Ketika gejala tampak pada tanaman yang sakit, X. campestris pv phaseoli memproduksi bacterial exudates berwarna kuning. X. campestris pv phaseoli dapat hidup dalam tanah selama 2 tahun pada sisa-sisa tanaman.

Siklus Hidup Patogen
1.      Penetrasi : Bakteri masuk ke inang terutama melalui stomata, tetapi luka kecil mungkin dapat menjadi jalan masuk yang paling penting.
2.      Penyebaran : Eksudat yang mengandung bakteri terutama dipencarkan oleh tetesan air, percikan air dan angin yang tertiup dari hujan dan embun. Bakteri dari pustul adalah seed borne.
3.      Overwintering : X. campestris pv phaseoli terdapat pada biji yang terinfeksi dan biji  yang terinfestasi, juga  pada sisa-sisa tanaman.
Penyakit pustul bakteri dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan lingkungan pertanaman (terutama daun), terutama oleh RH, tanah, dan curah hujan. Bakteri ini menyebabkan penyakit pada daun dan juga biji sepanjang musim dingin. Dan daya hidupnya akan sangat baik bila keadaan pertanaman (terutama daun) cukup lembab. Bakteri pustul dapat bertahan pada biji, sisa tanaman (mati), bagian tanaman yang sakit. Bakteri ini ditransmisikan (biasanya) oleh biji yang sakit tetapi dapat juga disebarkan (dipencarkan) oleh sisa tanaman, partikel debu, hujan, percikan air hujan, dimana kelembaban relatif lebih tinggi dan temperatur diatas 22ÂșC. Serangan juga dapat menyebarkan penyakit ini.

Lingkungan
Infeksi terhadap inang sangat dipengaruhi oleh frekuensi hujan dan temperatur. Hujan dan udara yang lembab mendorong perkembangan penyakit ini dan penyakit akan lebih parah ketika cuaca hangat. Angin yang kencang dan embun yang tebal juga menambah ganasnya penyakit. Didaerah yang kering, dimana kelembaban diatur oleh alur irigasi, penyakit yang disebabkan bakteri ini jarang terjadi.

Pengendalian
1.      Menggunakan benih yang bersih.
2.      Rotasi tanaman selama 3 tahun dapat mengurangi infestasi organisme di sisa-sisa tanaman.
3.      Menggunakan varietas yang tahan dan cara-cara kultur teknis
Kultur teknis → dimaksudkan untuk meningkatkan vigor tanaman yang akhirnya dapat membantu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan patogen (pengaruh pengendalian penyakit bersifat tidak langsung).
Contoh : pola tanam (padi – palawija – palawija atau padi -  palawija – bera) dengan  pengolahan dan pengairan., walaupun tidak dapat menekan penyakit sampai pada tingkatan serangan rendah.
4.      Menimbun sisa-sisa tanaman sehingga terpotong daur hidupnya.


DAFTAR PUSTAKA


Departemen Pertanian, 1991. Budidaya dan Pengelolaan Hasil Kedelai. Jakarta.

G, Agrios. 1997. Pant Pathology. Fourth Edition. Academic Press. USA.

http:// plant pathology. tamu. edu/texlab/vegetables/Ve1. html diakses hari Sabtu, 12 oktober 2002.

http:// www. extento. hawaii. edu/kbase/crop/type/Xanthomo.htm diakses hari Sabtu, 12 Oktober 2002.

Masao, Goto. 1990. Fundamental of Bacterial Plant Pathology. Tokyo Japan.

Semangun, Haryono. 1996. Pengantar Ilmu Penyakit Tumbuhan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Tjahjadi, Nur. 1989. Hama dan Penyakit Tanaman. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.

No comments:

Post a Comment

produk saya

produk saya
lilin aroma teraphy berbahan aktif akar wangi