Sunday, October 16, 2011

Hama Kelelawar


Kelelawar memiliki spesies yang banyak, menempati urutan kedua setelah Rodentia. Dari 4.000 spesies mamalia, 1000 diantaranya merupakan spesies kelelawar. Untuk mengelompokkannya, kelelawar dibagi menjadi dua kelompok utama yaitu diberi nama "Megachiroptera" dan "Microchiroptera". Subordo Megachiroptera (Old World fruit bats) hanya memiliki satu famili yaitu Pteropodidae dengan 42 genera dan 175 spesies, sedangkan subordo Microchiroptera memiliki keragaman yang besar dengan 16 famili, 145 genera dan 788 spesies (Findley, 1993).
Kelelawar merupakan Jenis hewan mamalia yang menakjubkan karena mereka mempunyai berapa kemampuan yang tidak dapat dilakukan oleh hewan mamalia seperti biasanya. Mereka mempunyai sayap yang dapat terbang dan dikedua sayapnya menyatu dengan tangannya.
Kelelawar aktif mencari makan dan terbang pada waktu malam hari dikarenakan kelelawar sangat sensitif terhadap dehidrasi. Sedangkan pada saat siang harinya mereka tidur dengan bergelantungan secara terbalik. Selain mempunyai penglihatan yang baik. Ia mengeluarkan bunyi yang dinamakan "Ultrasonic" yang tidak dapat didengar manusia. Getaran bunyi ini mempunyai frekuensi antara 25.000 - 50.000 Hz.
Jika menabrak suatu obyek atau benda, getaran suaranya itu memantul kembali, lalu ditangkap telinganya yang lebar yang berfungsi sebagai radar baginya. Proses ini hanya memakan waktu sepersepuluh detik, cukup bagi kelelawar untuk mengetahui apa yang ada di depannya, kemana arahnya dan berapa kecepatannya.
Hidungnya yang berbentuk aneh seperti misalnya kaki kuda, trisula dengan tonjolan, membuatnya dapat mengeluarkan ultrabunyi. Keistimewaan hewan ini memiliki kemampuan ekolokasi yang merupakan suatu sensor, alat komunikasi, dan untuk mencari makan. Namun tidak semua spesies kelelawar memiliki kemampuan ekolokasi contohnya pada Cynopterus brachyotis.
Sebagian spesies kelelawar merupakan pemakan serangga dan membantu dalam mengurangi populasi hama, Namun sebagian sebagian besarnya berperan sebagai hama karena memakan tanaman jenis buah-buahan. Bahkan beberpa dilaporkan dapat menimbulkan kerugian yang cukup berarti.
Berikut cara pengendalian hama kelelawar :
·         Karena kelelawar jenis ini merupakan salah satu yang bersifat hama :
·   Pengusiran dengan cara melepaskan tembakan pada pohon-pohon dimana bintang tersebut bergelantungan.
·    Pencegahan terhadap gangguan kelelawar dengan cara membungkus buah sejak masih muda dengan jala, anyaman bambu, daun palem, ijuk tanaman aren, kain bekas.
·    Menggunakan kincir angin yang diberi alat penimbul suara di dalam kebun atau dengan asap belerang.
·         Kelelawar dibunuh dengan senapan angin pada siang hari saat mereka sedang tidur lelap.
·         Pada malam hari kelelawar dijaring saat mencari buah-buahan.
·         Secara biologi, dengan menggunakan musuh alaminya, seperti ular, dan binatang buas lainnya.
·         Secara mekanis, menembak secara langsung  tanaman atau dengan membuat jala yang digunakan unutk menutupi tanaman atau buah dengan anyaman daun bambu/palem, memakai ranting tanaman yang berduri.
·         Secara fisik, dengan menangkapnya secara langsung ketika kelelawar sedang istirahat.
·   Memanfaatkan kelelawar itu sendiri, dengan menjalakan menangkap lalau mengolahnya sesui kebutuhan yang dimanfaatkan misalnya bagian hatinya yang dapat dimanfaatkan untuk obat asma dengan cara dimasak terlebih dahulu.
·         Secara kimia, dapat menggunakan semperung berisi cairan yang dapat memabukan.

No comments:

Post a Comment

produk saya

produk saya
lilin aroma teraphy berbahan aktif akar wangi