Saturday, November 26, 2011

KOMPETISI GULMA DENGAN TANAMAN BUDIDAYA

Gulma merugikan manusia dalam keadaan,tempat dan waktu tertentu.Tetapi,pada prinsipnya,gulma merupakan tumbuhan yang tidak dikehendaki tumbuh atau hidup di suatu tempat.Hal ini disebabkan karena gulma biasanya tumbuhan tersebut dapat  berkompetisi dengan tanaman pokok yang dibudidayakan oleh manusia.Gulma dan tanaman budidaya mengadakan kompetisi dalam rangka mendapatkan factor – factor tumbuh yang terbatas di suatu Agro-ekosistem.
Apabila tanaman tersebut kalah dalam kompetisinya dengan gulma,biasanya tumbuhnya kurang atau terhambat pertumbuhannya,sehingga kurang mampu untuk berproduksi dengan baik.
Kompetisi diartikan sebagai perjuangan dua organisme atau lebih untuk memperebutkan objek yang sama. Baik gulma maupun tanaman mempunyai keperluan dasar yang sama untuk pertumbuhan dan perkembangan yang normal, yaitu unsure hara, air, cahaya, bahan ruang tumbuh dan CO2. persaingan terjadi bila unsur-unsur penunjang pertumbuhan tersebut tidak tersedia dalam jumlah yang cukup bagi keduanya. Persaingan antara gulma dengan tanaman adalah persaingan interspesifik karena terjadi antar spesies tumbuhan yang berbeda, sedangkan persaingan yang terjadi antar spesies tumbuhan yang sama merupakan persaingan intra spesifik.
Kemampuan tanaman bersaing dengan gulma ditentukan oleh spesies gulma, kepadatan gulma, saat dan lama persaingan, cara budidaya dan varietas yang ditanam, serta tingkat kesuburan tanah. Perbedaan spesies akan menentukan kemampuan bersaingkarena perbedaan system fotosintesis, kondisi perakaran dan morfologinya. Spesies gulma yang tumbuh cepat, berhabitat luas, dan memiliki metabolisme yang efisien adalah yang tergolong tumbuhan berjalur fotosintesis C4. tumbuhan yang tergolong C4adalah famili Gramineae (sebagian gulma tropik seperti alang-alang), Cyperaceae (teki), dan Amaranthaceae (bayam duri). Kelembaban atau kerapatan populasi gulma menentukan persaingan dan makin besar pula penurunan produksi tanaman. Gulma yang muncul atau berkecambah lebih dulu atau bersamaan dengan tanaman yang dikelola berakibat besar terhadap pertumbuhan dan hasil panen tanaman tersebut. Persaingan gulma pada awal pertumbuhan akan mengurangi kuantitas hasil, sedangkan persaingan dan gangguan gulma menjelang panen berpengaruh besar terhadap kualitas hasil. Perbedaan cara penanaman, laju pertumbuhan, umur varietas yang ditanam dan tingkat ketersediaan unsure hara juga akan menentukan besarnya persaingan gulma dengan tanaman.

  1. Persaingan memperebutkan air
Gulma sama halnya dengan tumbuhan lain, yang banyak membutuhkan air untuk hidupnya . air diserap dari dalam tanah dan sebagian besar diuapkan (transpirasi) dan hanya sekitar 1% saja yang digunakan untuk proses fotosintesis. Untuk tiap kilogram bahan organic gulma membutuhkan 330-1900 liter air. Kebutuhan yang besar tersebut hampir dua kali kebutuhan pertanaman. Contoh gulma Helianthus annus membutuhkan air sebesar dua kali tanaman jagung. Persaingan memperebutkan air terutama terjadi pada pertanian lahan kering atau tegalan.


  1. Persaingan memperebutkan hara
Setiap lahan berkapasitas tertentu dalam mendukung pertumbuhan berbagaipertanaman dan pertumbuhan yang tumbuh di permukaannya. Jumlah bahan organic yang dapat dihasilkan pada lahan itu tetap walaupun komposisi tumbuhannya berbeda. Karena itu bila gulma tidak dikendalikan, sebagian hasil bahan organic pada lahan ituberupa gulma. Hal ini berarti bahwa pemupukan akan menaikan daya dukung lahan, tetapi tidak akan mengurangi komposisi hasil tumbuhan atau gangguan gulma tetap ada dan merugikan walaupun tanah dipupuk.
Nitrogen merupakan unsur yang paling banyak diperebutkan antara pertananaman dengan gulma oleh karena itu unsur ini lebih cepat habis terpakai. Gulma lebih banyak menyerap unsur hara daripada pertanaman. Pada bobot kering yang sama, gulma mengandung kadar nitrogen dua kali lebih banyak daripada jagung.
Fosfat 1,5 kali lebih banyak, 3,5 kali lebih banyak kalium, 7,5 kali lebih banyak kalsium dan lebih dari 3 kali lebih banyak magnesium. Dari kenyataan tadi ternyata gulma membutuhkan unsur hara lebih banyak daripada tanaman budidaya. Hal ini sesuai dengan sifat dari gulma yaitu rakus.

  1. Persaingan memperebutkan cahaya
Dalam keadaan air dan hara telah cukup untuk pertumbuhan maka factor pembatas berikutnya adalah cahaya matahari. Bila musim hujan maka berbagai pertanaman akan berebut untuk memperoleh cahaya matahari.
Tumbuhan yang cepat tumbuh (lebih tinggi) dan tajuknya lebih rimbun akan memperoleh cahaya lebih banyak. Sedangkan tumbuhan lain yang lebih pendek, muda dan kurang tajuknya akan ternaungi oleh tumbuhan yang terdahulu sehingga pertumbuhannya akan terhambat.
Tumbuhan yang berjalur C4 lebih efisien menggunakan air, suhu dan sinar matahari sehingga lebih kuat bersaing berebut cahaya pada keadaan cuaca mendung. Oleh karena itu penting untuk mengendalikan gulma dari famili Cyperaceae dan Gramineae di sekitar rumpun-rumpun padi yang berjalur C3..

  1. Pengeluaran senyawa beracun
Tumbuhan juga dapat bersaing antara sesamanya secara interaksi biokimia, yaitu salah satu tumbuhan mengeluarkan senyawa beracun ke sekitarnya dan dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan tumbuhan lainnya. Interaksi biokimia antara gulma dan pertanaman antara lain menyebabkan gangguan perkecambahan biji, kecambah jadi abnormal, pertumbuhan memanjang akar terhambat, perubahan susunan sel-sel akar dan lain sebagainya. Persaingan yang timbul akibat di keluarkannya zat yang meracuni tumbuhan lain disebut allelopathy
Senyawa-senyawa kimia yang mempunyai potensi allelopathy dapat ditemukan disetiap organ tumbuhan, antara lain terdapat pada daun, batang, akar, rhizoma, buah, biji, dan umbi serta bagian-bagian tumbuhan yang membusuk. Umumnya senyawa yang dikeluarkan adalah dari golongan fenol. Spesies gulma yang diketahui mengeluarkan senyawa-senyawa beracun adalah alang-alang (Imperata cylindrica), teki (Cyperus rotundus), Agropyron intermedium, Salvia lencophyella, Cynodon dactylon, Cyperus esculentus dan lainnya.
        Persaingan menimbulkan akibat negatif berupa penurunan aktivitas pertumbuhan. respon nyata sebagai manifestasi persaingan adalah kerdilnya pertumbuhan tanaman, terjadinya klorosis atau kondisi kekurangan makan. Disamping itu juga terjadi pengurangan jumlah dan atau ukuran organ tanaman yang ditinggalkan. Persaingan juga mengakibatkan penurunan rasio aliran energi populasi karena untuk menahan aksi persaingan tersebut.
Gulma yang menimbulkan persaingan berat terhadap tanaman adalah yang memiliki tajuk dan perakaran yang luas dan banyak, pertumbuhan yang cepat, waktu berkecambah dan pemunculan yang lebih awal dari tanaman, kerapatan yang cepat meninggi dan berjalur fotosintesis C4. Disamping itu pada setiap penanaman terdapat asosiasi spesies gulma yang khas dan gulma yang mempunyai habitat vegetatif, metode reproduksi, sifat dan kebutuhan factor lingkungan mirip tanaman akan menimbulkan persaingan berat.

1 comment:

produk saya

produk saya
lilin aroma teraphy berbahan aktif akar wangi